Tampilkan postingan dengan label FK3I. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label FK3I. Tampilkan semua postingan

HARI KONSERVASI ALAM NASIONAL 2014

FORUM KOMUNIKASI KADER KONSERVASI INDONESIA (FK3I) PROVINSI LAMPUNG PERINGATI HARI KONSERVASI ALAM NASIONAL 2014

Konservasi…. Konservasi Konservasi Sampai Mati…..!!!. Begitu terikakan-teriakan yang terdengar kemarin tanggal 10 Agustus 2014 di Tugu Adipura Pusat Kota Bandar lampung. Mungkin masih banyak yang belum tahu dengan Hari Konservasi Alam Nasional yang jatuh pada Tanggal 10 Agustus, Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia (FK3I) Lampung tepat pada tanggal 10 Agustus ikut memperingati hari konservasi alam nasional pada tahun 2014 ini, Harus kita ketahui bahwa hari konservasi alam nasional ditetapkan oleh keputusan presiden republik Indonesia Nomor 22 tahun 2009.


Tujuan di tetapkanya Hari Konservasi Alam Nasional, bahwa konservasi alam merupakan bagian integral dari pembangunan nasional yang berkelanjutan yang harus terus dilaksanakan dan dipertahankan pada setiap kegiatan dalam upaya perlindungan sumber daya alam hayati dan ekosistemnya sebagai sistem penyangga kehidupan.

FK3I Provinsi Lampung memperingati dengan berbagai macam kegiatan lingkungan salah satunya Kampaye Lingkungan yang mengajak masyarakat untuk sadar dan peduli terhadap lingkungan kegiatan kampaye konservasi ini di lakukan dengan Orasi, membagikan 10 ajakan konservasi, dan membagikan poster satwa-satwa yang sudah dilindungi undang-undang dan yang bisa diperjual belikan yang terfokus di pusat kota Bandar Lampung. 


Pesan-pesan yang di angkat yaitu mengajak masyarakat untuk tidak merusak alam dan juga tidak memelihara dan memperjual belikan satwa-satwa yang dilindungi baik dalam keadaan yang masih hidup maupun bagian-bagianya, karena masih banyak masyarakat yang belum mengetahui satwa-satwa yang dilindungi atau tidak.

Kegiatan ini melibatkan sebanyak 40 orang yang terdiri dari gabungan pencinta alam dan Mahasiswa profesi yang ada di Lampung, acara dimulai dari pukul 14.00 Wib sampai dengan 16.00 Wib. Masiha ada kegiatan pendidikan konservasi lainnya yang akan di lakukan yaitu melihat suksesi alamiah yang ada di lampung, Penenalan tambuhan dan satwa-satwa pada tanggal 16 S/d 17 Agustus 2014 di Cagar Alam Laut Gunung Anak Krakatau.

Baca SelengkapnyaHARI KONSERVASI ALAM NASIONAL 2014

PERINGATAN HARI BUMI 2014

FK3I mengikuti kegiatan tanam 1000 mangrove 
Himasylva Unila di Pantai Ringgung. 
Oleh: Oben, S.Hut
Hari Bumi 2014 merupakan agenda tahunan yang pas dimanfaatkan  untuk menghijaukan bumi. Salah    satunya yaitu dengan menanam mangrove. Karena mangrove merupakan tanaman berkayu yang baik dalam menyimpan karbon. Kita ketahui Semakin banyak karbon di bumi ini makan akan semakin panas suhu yang kita rasakan biasa di sebut efek rumah kaca.

Bersama dengan Himasylva, FK3I Lampung, Lembaga kemahasiswaan, dan masyarakat menanam sebanyak 1000 bibit mangrove di pesisir pantai Ringgung kecamatan padang cermin kabupaten Pasawaran. Jenis mangrove yang di tanam adalah jenis bakau atau Rizopora maculata yang merupakan pohon mangrove yang bersifat mayor. Kegiatan ini diikuti kurang lebih 150 orang.

Dilihat dari fungsinya Mangrove yang biasanya berada di daerah muara sungai atau estuarin sehingga merupakan daerah tujuan akhir dari partikel-partikel organik ataupun endapan lumpur yang terbawa dari daerah hulu akibat adanya erosi. Dengan demikian, daerah mangrove merupakan daerah yang subur, baik daratannya maupun perairannya, karena selalu terjadi transportasi nutrien akibat adanya pasang surut.

Kemudian dilihat dari fungsi fisiknya mangrove dapat menjaga kondisi pantai agar tetap stabil, melindungi tebing pantai dan tebing sungai, mencegah terjadinya abrasi dan intrusi air laut, serta sebagai perangkap zat pencemar. Semoga dengan menanam mangrove ini keseimbangan alam tetap terjaga.


Baca SelengkapnyaPERINGATAN HARI BUMI 2014

FK3I LAMPUNG PERINGATI HARI AIR SEDUNIA

FK3I LAMPUNG PERINGATI HARI AIR SEDUNIA
Oleh : Oben. S.Hut.
Dokumentasi FK3I

Hari air Sedunia yang jatuh pada tanggal 22 maret pada setiap tahunnya, menjadikan momen yang sangat penting demi mengingat pentingnya air bagi kehidupan manusia. Hari Air Sedunia adalah perayaan yang ditujukan sebagai usaha-usaha menarik perhatian publik akan pentingnya air bersih dan usaha penyadaran untuk pengelolaan sumber-sumber air bersih yang berkelanjutan. 

Hari Air Sedunia diperingati setiap tanggal 22 Maret, inisiatif peringatan ini di umumkan pada Sidang Umum PBB ke-47 tanggal 22 Desember 1992 di Rio de Janeiro Brasil.

Air merupakan Salah satu kebutuhan pokok sehari-hari makhluk hidup di dunia ini yang tidak dapat terpisahkan. Tidak hanya penting bagi manusia air juga bagian yang penting bagi makhluk hidup baik hewan dan tumbuhan.
Oleh karena itu Kegiatan yang dilakukan Forum komunikasi Kader konservasi Lampung yaitu pendidikan lingkungan ke siswa sekolah dasar tentang pemahaman pentingnya air bagi kehidupan.  Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 22 Maret 2014 di Sekolah Dasar Negeri 2 Desa Pinang Jaya Kecamatan Kemiling Kota Bandar Lampung, Sekolah yang dipilih merupakan sekolah yang sangat dekat dengan kawasan Hutan Konservasi Gunung Betung TAHURA Wan Abdurahman.  kita ketahui bahwa TAHURA berfungsi sebagai tempat koleksi tumbuhan dan satwa liar dan menjadi daerah tangkapan air bagi kota Bandar Lampung.

Pendidikan Lingkungan ini diikuti sekitar 60 siswa-siswi sekolah dasar yang tergabung dari kelas tiga sampai dengan kelas enam. Cara yang dilakukan yaitu memberikan materi yang disampaikan berupa pemutaran Video yang bertemakan perjuangan air yang sangat bersusah payah sampai bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Disamping itu pula FK3I Melakukan Penanaman pohon cemara di lingkungan sekolah sebagai pohon peneduh dn menembah nilai keindahan.

Kegiatan ini tak kurang melibatkan sebanyak dua puluh orang kader konservasi yang tergabung dari seluruh pencinta alam dan kelompok profesi di Provinsi Lampung semua kader ambil bagian dari pendidikan konservasi ini. Diharapkan dengan adanya kegiatan pendidikan konservasi  siswa-siswi sekolah Dasar bisa pahan dan terbentuknya karakter mereka sedini mungkin agar kepedulian mereka terhadap lingkungan lebih baik lagi, terutama dalam memanfaatkan air.


Baca SelengkapnyaFK3I LAMPUNG PERINGATI HARI AIR SEDUNIA

Kader Konservasi Tanam Mangrove di Pantai Klara


Kader Konservasi Tanam Mangrove di Pantai Klara
Oleh: Oben, S.Hut
Hutan mangrove merupakan komunitas vegetasi pantai tropis dan subtropis, yang didominasi oleh beberapa jenis pohon mangrove yang mampu tumbuh pada daerah pasang surut pantai berlumpur (Bengen, 2002). Menurut Nybakken (1982), hutan bakau atau mangal adalah sebutan umum yang digunakan untuk menggambarkan suatu varietas komunitas pantai tropik yang didominasi oleh beberapa spesies pohon-pohon yang khas atau semak-semak yang mempunyai kemampuan untuk tumbuh dalam perairan asin.
Banyak hal kecil yang bisa dilakukan untuk menjaga kelestarian alam, salah satunya dengan penanaman propagul mangrove.Memanfaatkan momentum hari menanam pohon indonesia dan bulan menamann nasional tahun 2013, yang jatuh pada tanggal 28 November, Hari menanam pohon Indonesia dan bulan menanam nasional ini ditetapkan melalui keputusan presiden No 24 tahun 2008. Penanaman yang dilakukan di pantai klara Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pasawaran, Forum Komunikasi Kader Konservasi ini tergabung dari seluruh pencinta alam, dan Kelompok profesi di Provinsi lampung. Tak kurang empat belas orang ambil bagian dalam kegiatan penanaman ini.
Momentum ini juga salah satu tujuan untuk menguatkan internal agar terjalinnya silatuharim antar kader agar kerjasama team yang kokoh sehingga bisa tetap menyampaikan pesan konservasi kepada seluruh kalangan masyarakat khususnya masayarakat lampung.
Pantai Klara Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Pesawaran, yang memiliki beragam Jenis pohon mangrove, jenis ini diantaranya Rhizopora, avicennia, brugueira dan masih banyak lagi, pohon mangrove yang paling banyak menghasilkan buah atau propagul yaitu pada jenis Rhizopora. Ada beberapa cara dalam menanan mangrove yang bisa dilakukan yaitu dengan menggunakan bibit yang telah tumbuh di dalam polybag atau media tumbuh dan menggunakan buah mangrove atau propagul. Banyaknya buah mangrove atau propagul yang ada membuat kami berpikir untuk membantu dalam perkembangbiakan secara alami dari pohon mangrove dengan membantu menanam propagul.
Baca SelengkapnyaKader Konservasi Tanam Mangrove di Pantai Klara

FK3I Lampung Melakukan Penanaman Pohon

Penanaman Pohon 

Peringatan Hari air Sedunia, Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia (FK3I) Korda Lampung Melakukan pembagian bibit MPTS dan Penanaman bersama pada Kawasan Tahura Wan Abdurahman di areal kelompok tani maju Lestari Desa Pinang Jaya Bandar Lampung, kegiatan ini diikuti oleh anggota kelompok tani maju lestari, Kelompok pencinta alam berbagai Universitas dan Himpunan mahasiwa kehutanan Unila (Himasylva) kegiatan ini merupakan rangkayan ketiga pada kegiatan Hari air 2013 dengan dilakukannya penanaman ini diharapkan mampu menghijaukan kembali Tahura Wan abdurahman agar sesuai dengan fungsinya yaitu sebagai daerah tangkapan air. 

    
    Poto kegiatan penanaman bersama FK3I Lampung 


Baca SelengkapnyaFK3I Lampung Melakukan Penanaman Pohon

FK3I Melakukan Pendidikan Lingkungan Kepada Siswa SMA

Pendidikan Lingkungan Kepada Siswa SMA di Bandar Lampung

Sampah organik sisa makanan, sayuran, dan buah-buahan mulai menjadi permasalahan di berbagai daerah. Kerap kali masyarakat sekitar masih belum mengetahui cara pengolahan sampah rumah tangga tersebut. Semakin bertambahnya jumlah penduduk, membuat semakin bertambah pula jumlah sampah organik rumah tangga yang dihasilkan. Namun, lahan juga semakin sempit dan terbatas. Dengan demikian, dibutuhkan suatu metode skala rumah tangga yang efektif untuk mengolah sampah tersebut agar tidak menumpuk dan menjadi masalah seperti yang sering kita lihat di kota-kota besar, tidak terkecuali kota Bandar Lampung.
Pengelolaan sampah adalah pengumpulan, pengangkutan, pemrosesan, pendaurulangan, atau pembuangan dari material sampah. Kalimat ini biasanya mengacu pada material sampah yang dihasilkan dari kegiatan manusia, dan biasanya dikelola untuk mengurangi dampak terhadap kesehatan, lingkungan atau keindahan. Pengelolaan sampah juga dilakukan untuk memulihkan sumberdaya alam. Pengelolaan sampah bis melibatkan zat padat, cair, gas, atau radioaktif dengan metode dan keahlian khusus untuk masing – masing jenis zat.

Pendidikan dan kesadaran di bidang pengelolaan sampah dan limbah yang semakin penting dari perspektif global dari manajemen sumberdaya. Oleh karena itu, sebagai upaya menanamkan pentingnya menjaga dan melestarikan lingkungan ditingkat akademisi, FK3I Korda Lampung bekerjasama dengan BKSDA Lampung untuk mengadakan kegiatan Penyuluhan Pengolahan Sampah dengan tema “Merubah Sampah Menjadi Sesuatu yang Bermanfaat”. Sebagai pembuka wawasan tentang pentingnya mengolah sampah kepada pelajar di Bandar Lampung.






Baca SelengkapnyaFK3I Melakukan Pendidikan Lingkungan Kepada Siswa SMA

FK3I Peringati Hari Air Dunia 2013

Hari Air Dunia 2013 FK3I KORDA LAMPUNG

Forum Komunikasi Kader Konservasi Indonesia merupakan jaringan informasi dan komunikasi serta karya nyata tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.
FK3I Korda Lampung melaksanakan kegiatan Peringatan Hari Air Dunia 2013 dengan beberapa kegiatan, salah satunya adalah Pendidikan Lingkungan Pelestarian Air di Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah di sekitar kawasan hutan Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman (Kelurahan Sumber Agung, Kemiling, Bandar Lampung). kegiatan ini dilaksanakan pada hari kamis tanggal 21 Maret 2013.
berikut beberapa foto kegiatannya :




Baca SelengkapnyaFK3I Peringati Hari Air Dunia 2013

FK3I Peringati Hari Air 2013

Diskusi Publik Multi Pihak Hari Air Sedunia 2013


Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran, baik pada potensi untuk meningkatkan kerjasama, dan tantangan yang dihadapi pengelolaan air semakin terang dari peningkatan permintaan untuk akses air, alokasi dan jasa. Kegiatan ini akan mendatangkan pembicara dari berbagai instansi diantaranya Wali Kota Bandar Lampung, Kepala Dinas Kehutanan Propinsi Lampung, Kepala PDAM Way Rilau, dan Akademisi Universitas Lampung. Peserta diskusi ini berasal dari pelajar, mahasiswa, Dosen, Guru, masyarakat sekitar Gunung Betung, Lembaga Swadaya Masyarakat, serta instansi terkait lainnya.


Diskusi ini akan membahas pemanfaatan jasa lingkungan air yang berasal dari kawasan hutan Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman khususnya yang digunakan untuk sumber air bagi beberapa perusahaan air mineral, PDAM Way Rilau, petani sekitar Tahura WAR dan masyarakat kota Bandar Lampung


Diharapkan dari kegiatan ini akan menghasilkan komitmen bersama dari berbagai pihak untuk bersama-sama menjaga dan melestarikan jasa lingkungan air yang ada, agar manfaat yang diperoleh dapat optimal khususnya pada saat musim kemarau. 

berikut beberapa dokumentasi kegiatan : 







Baca SelengkapnyaFK3I Peringati Hari Air 2013