Tampilkan postingan dengan label inventarisasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label inventarisasi. Tampilkan semua postingan

jurnal Sylva Lestari INVENTARISASI POHON PLUS DALAM BLOK KOLEKSI DI TAMAN HUTAN RAYA WAN ABDUL RACHMAN

INVENTARISASI POHON PLUS DALAM BLOK KOLEKSI DI TAMAN HUTAN 
RAYA WAN ABDUL RACHMAN 

(PLUS TREES INVENTORY ON WAN ABDUL RACHMAN GREAT FOREST PARK
COLLECTION BLOCK)

Moses Hasibuan, Indriyanto, dan Melya Riniarti

Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Lampung
Jl. Pof. Dr. Sumantri Brojonegoro No. 1 Bandar Lampung 35145
E-mail : moseshasibuan@ymail.com

ABSTRAK

Inventarisasi pohon plus adalah kegiatan pengumpulan dan penyusunan data mengenai pohon plus untuk memenuhi kebutuhan data yang berguna dalam budidaya pohon. Blok koleksi merupakan areal yang berada di dalam kawasan tahura yang berisikan berbagai jenis tumbuhan baik jenis asli maupun tidak asli yang berfungsi sebagai sarana perlindungan dan pelestarian, penelitian, ilmu pengetahuan, pendidikan, menunjang budidaya, budaya, pariwisata dan rekreasi. Informasi mengenai keberadaan pohon plus di blok koleksi masih belum memadai, sehingga perlu dilakukan kegiatan inventarisasi pohon plus guna penyediaan serta pemenuhan data. Penelitian ini dilakukan di Blok Koleksi Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman pada bulan Februari–Maret 2012. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pohon-pohon yang memiliki kriteria sebagai pohon plus yang terdapat di Blok Koleksi Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman. Penelitian ini dilakukan dengan metode garis berpetak yang diletakkan secara sistematik. Data yang dihimpun meliputi jenis pohon, diameter batang, tinggi bebas cabang, kelurusan batang, kondisi kesehatan pohon, produksi buah, sudut cabang, kebulatan bentuk lingkar batang, dan lokasi pohon plus. Berdasarkan hasil penelitian bisa dikemukakan bahwa di blok koleksi Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman terdapat 9 spesies pohon yang teridentifikasi sebagai pohon plus, antara lain 7 spesies pohon berkayu yaitu 3 pohon tabu (Tetrameles nudiflora), 1 pohon dadap (Erythrina fusca), 1 pohon bayur (Pterospermum javanicum), 1 pohon ampelas (Ficusampelas), 6 pohon randu (Ceiba pentandra), 1 pohon suren (Toona sureni), 1 pohon mindi (Melia azedarach) dan 2 spesies pohon MPTS, yaitu 1 pohon durian (Durio zibethinus), serta 1 pohon mangga (Mangifera indica) dengan jumlah keseluruhan individu pohon yang memenuhi kriteria pohon plus sebanyak 16 pohon.

Kata kunci : inventarisasi, pohon plus



Lihat Jurnal Lengkap klik disini

http://gdurl.com/dhNa/download

Sumber: http://jurnal.fp.unila.ac.id/
Baca Selengkapnyajurnal Sylva Lestari INVENTARISASI POHON PLUS DALAM BLOK KOLEKSI DI TAMAN HUTAN RAYA WAN ABDUL RACHMAN

Jurnal Sylva Lestari INVENTARISASI JENIS TUMBUHAN OBAT DI HUTAN MANGROVE DESA MARGASARI KECAMATAN LABUHAN MARINGGAI LAMPUNG TIMUR

INVENTARISASI JENIS TUMBUHAN OBAT DI HUTAN MANGROVE DESA 
MARGASARI KECAMATAN LABUHAN MARINGGAI LAMPUNG TIMUR

(MEDICINAL PLANT SPECIES INVENTORY ON MANGROVE FOREST AT 
MARGASARI VILLAGE LABUHAN MARINGGAI DISTRICT, EAST LAMPUNG)

Supriyanto, Indriyanto, dan Afif Bintoro

Jurusan Kehutanan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung
Jl. Prof. Dr. Sumantri Brojonegoro No.1 Bandar Lampung, 35145
E-mail : riyan_menhut@yahoo.co.id

ABSTRAK

Hutan mangrove di Lampung Mangrove Center (LMC) Desa Margasari Lampung Timur
merupakan salah satu areal yang masih baik kondisinya dan masih menyimpan berbagai
potensi yang harus digali misalnya tumbuhan obat. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui jenis-jenis, keanekaragaman jenis, dan khasiat tumbuhan mangrove untuk obat.
Penelitian dilakukan pada bulan April 2012 di Dusun 12 Translok Desa Margasari Lampung
Timur. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode garis berpetak, dan
wawancara dengan masyarakat, serta studi kepustakaan. Jumlah petak contoh yang digunakan
sebanyak 12 buah. Data dianalisis menggunakan rumus kerapatan, kerapatan relatif,
frekuensi, frekuensi relatif, indeks nilai penting, dan indeks keanekaragaman Shannon.
Berdasarkan hasil penelitian telah diketahui sebanyak 7 jenis tumbuhan sebagai obat, antara
lain: api-api (Avicennia marina) untuk obat rematik dan sakit gigi; jeruju (Acanthus
ilicifolius) untuk obat kanker dan diabetes; nipa (Nypa fruticans) untuk obat asma dan
diabetes; bakau (Rhizophora apiculata) untuk obat antiseptik; beluntas (Pluchea indica) untuk
bau badan; jenu (Derris trifoliata) untuk obat pencuci perut; dan tapak kuda (Ipomoea
pescaprae) untuk obat luka dan bisul. Api-api merupakan tumbuhan paling dominan dan
penyebarannya terluas karena mempunyai nilai indeks penting yang tinggi yaitu 144,24%
serta frekuensi sebesar 67,5%. Tumbuhan beluntas mempunyai kerapatan tertinggi yaitu
144,24%  serta frekuensi sebesar 67,5%. Tumbuhan beluntas mempunyai kerapatan tertinggi yaitu
senilai 12.708,33 individu/ha. Hutan mangrove Desa Margasari Dusun 12 Translok
mempunyai keanekaragaman yang rendah, karena hasil perhitungan diperoleh nilai indeks
Shannon sebesar H’=0,44.

Kata kunci : hutan mangrove, inventarisasi, tumbuhan obat



Jurnal Lengkap klik disini












Sumber: http://jurnal.fp.unila.ac.id/
Baca SelengkapnyaJurnal Sylva Lestari INVENTARISASI JENIS TUMBUHAN OBAT DI HUTAN MANGROVE DESA MARGASARI KECAMATAN LABUHAN MARINGGAI LAMPUNG TIMUR