Tampilkan postingan dengan label Anak Krakatau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Anak Krakatau. Tampilkan semua postingan

Jenis tumbuhan di Gunung anak krakatau




Tahun 1906, vegetasi Rakata semakin kaya. Ahli botani dari Jerman, Erns Alfred, dalam bukunya The New Flora of the Volcanic Island of Krakatau, 1908, mencatat adanya 99 tanaman berbunga. Vegetasi pantai telah berkembang dengan dominasi tanaman cemara laut (Casuarina equisetifolia), keben (Barringtonia asiatica), ketapang (Terminalia catappa), nyamplung (Calophyllum inophyllum), dan waru laut (Hibiscus tiliaceus).
Perlahan tercipta tanah hutan muda yang berkelanjutan. Pada periode itu pula, tanaman seperti berbagai jenis beringin (Ficus spp), mara (Macaranga tanarius), dan tanaman hutan sekunder lainnya berkembang serta menempati dataran rendah berumput.

Berikut video jenis tumbuhan di anak krakatau


Dok. FK3I Lampung
Baca SelengkapnyaJenis tumbuhan di Gunung anak krakatau

Gunung Anak Krakatau


sejarah krakatau

Pada mulanya Pulau Krakatau besar yang biasa kita sebut dengan nama Gunung Krakatau adalah sebuah gunung (Gunung Krakatau purba) yang memiliki ketinggian sekitar 2000 mdpl dengan lingkaran pantainya sekitar 11 km dan radius sekitar 9 km2.




Namun ledakan dahsyat yang terjadi sekitar 416 M ini telah menghancurkan tiga perempat tubuh gunung tersebut dan menyisakan tiga pulau besar, yaitu Pulau Sertung, Pulau Rakata, dan Pulau Panjang, serta sebuah kaldera di tengah ketiga pulau tersebut. sebelum tahun 1883 muncullah dua buah gugusan gunung yang bernama Gunung danan dan gunung Perbuatan yang kemudian lam-kelamaan bersatu dengan Pulau rakata dan biasa disebut dengan Gunung Krakatau saja.
Pada tahun 1880, yang disebut masa strombolian, aktivitas vulkanis berlangsung selama beberapa bulan, dan Gunung Perbuatan aktif mengeluarkan lava. Setelah periode itu, tidak ada aktivitas vulkanis hingga akhirnya muncul tanda akan adanya letusan pada bulan Mei 1883.

 video anak Krakatau



Lalu pada tanggal 27 Agustus 1883 Gunung Krakatau meletus. Menurut catatan sejarah yang hingga kini selalu dipromosikan jajaran pariwisata Lampung, Gunung Krakatau meletus sangat dahsyat, menggemparkan dunia. semburan lahar dan abunya mencapai ketinggian 80 km. Sementara abunya mengelilingi bumi selama beberapa tahun. dilihat daru Amerika Utara dan Eropa, saat itu cahaya matahari tampak berwarna biru dan bulan tampak jingga (oranye).
Baca SelengkapnyaGunung Anak Krakatau