PEMELIHARAAN POHON PALA


PEMELIHARAAN

Untuk mencapai hasil yang maksimal dari tanaman yang diusahakan, makapemeliharaan merupakan salah satu faktor yang harus diperhatikan, antaralain dalam hal:- Pohon pelindung, tanaman muda umumnya kurang tahan terhadap panassinar matahari. Oleh karena itu untuk menghindari kerusakan tanaman, perludipersiapkan pohon pelindung yang cukup. Setelah tanaman bertambahbesar, pohon pelindung dapat diperpanjang.- Penyulaman, bibit yang mati atau tidak normal pertumbuhannya harussegera diganti.- Penyiangan, ini harus dilakukan secara teratur, untuk menghindaripersaingan dalam pengambilan unsur hara antara tanaman pala denganrumput atau tumbuhan pengganggu lainnya. 

Penyiangan ini bisa dimulai 2- 3 bulan setelah penanaman, pucuk dan daun-daun baru telah mulai tumbuh(ini berarti pertumbuhan tanaman telah cukup kuat).- Pemupukan, penambahan unsur hara yang habis terserap oleh tanamanmutlak diperlukan. Hal ini untuk menjamin agar tanaman tumbuh dengan baikdan berproduksi tinggi. Pupuk yang diberikan bisa pupuk organic (kompos,pupuk kandang) dan atau pupuk anorganik (urea, ZA, TSP, KCL, NPK dll).

Jenis dan dosisnya disesuaikan dengan kondisi tanaman atau mintalahpetunjuk pada PPL setempat. Cara pemupukannya dibenamkan dalam paritsedalam 2 - 10 cm, melingkari batang tanaman (selebar kanopi).- Pengendalian tanaman pengganggu/gulma, hampir disetiap kebun adagulma yang jika dibiarkan sangat merugikan. Oleh karenanyapertumbuhannya harus dikendalikan. Penggunaan herbisida bisa dilakukan, namun efisiensinya perlu diperhitungkan. Karena rekomendasi penggunaanherbisida (jenis dan dosisnya) di setiap daerah mungkin berbeda, maka untuklebih jelasnya hubungi petugas PPL setempat.

HAMA DAN PENYAKIT

a. Hama-Hama1. Penggerek batang
[Batocera hercules] 
Tanda-tanda serangan berupa terdapatnya lubang gerekan pada batang,dengan diameter 1,5 - 2,0 cm, dari lubang ini keluar serbuk-serbuk kayu.Akibatnya dapat mematikan tanaman pala.Cara pemberantasannya : dengan menginjeksi pestisida sistemik ke dalambatang tanaman (Dimicron 100 EC atau Tamaron 50 EC). Cara lainnyadengan menakik lubang gerekan kemudian membunuh hamanya ataumenutup lubang gerakan dengan kayu.2. Kumbang
 Areoceum foriculatus
Berukuran kecil menyerang buah pala yang telah jatuh, imago menggerekbuah kemudian meletakkan telur di dalamnya, yang selanjutnya akanberkembang menjadi lundi yang dapat menggerek buah secara keseluruhan.Cara pencegahannya, buah yang telah dipetik harus segera dikeringkan.3. RayapSerangannya dimulai dari akar, kemudian pangkal batang dan seterusnyamengikuti batang bagian dalam, sehingga seluruh bagian batang dapatterserang. Tanda khusus yang dapat dilihat, adalah terjadinya bercak hitampada permukaan batang. Bila bercak hitam itu dikupas, maka akan kelihatansarang serta saluran yang dibuat oleh rayap di dalamnya. Serangan rayap ini,
banyak dijumpai pada kebun-kebun yang kurang bersih dari semak dantanggul-tanggul pohon.Cara pencegahannya, dengan menyemprotkan pestisida pada tanah danpangkal batang untuk mencegah naiknya rayap ke batang pohon. Caralainnya adalah dengan menyemprotkan pestisida ke bercak hitam yang telahdibuka, sehingga pestisida akan merembes ke dalam sarang dan saluran-saluran yang dibuat rayap.b. PenyakitPenyakit pecah buah atau terbelah putih, penyakit ini disebabkan olehcendawan Coryneum myristicae yang menyebabkan buah terbelah karenapertumbuhan daging buah terhambat, sehingga tidak dapat mengimbangipertumbuhan fuli dan biji, yang akhirnya akan jatuh sebelum tua.Tanda-tandanya : pada bagian luar daging buah yang berumur 5 - 6 bulan,terdapat bercak-bercak kecil berwarna ungu kecoklatan. Bercak-bercak iniakan bertambah besar dan kemungkinan berubah menjadi hitam. Carapencegahannya; dengan membuat saluran pembuangan air (drainase) yangbaik atau melakukan pengasapan belerang di bawah pohon dengan dosis100 gram belerang/pohon. Buah-buah yang terserang segera dibuang danditanam dalam tanah. Melakukan penyemprotan dengan fungisida.
PANEN
Tanaman pala mulai berbuah pada umur 7 tahun, dan pada umur 10 tahunsudah berproduksi secara menguntungkan. Produksinya akan terusmeningkat dan pada umur 25 tahun mencapai produksi tertinggi. Hal iniberlangsung terus sampai tanaman berumur 60 - 70 tahun.
Dalam setahun tanaman pala dapat di petik dua kali, yang setiap daerahbiasanya waktunya tidak sama. Umumnya buah pala dipanen setelah cukuptua, yang di tandai dengan merekahnya buah, umurnya + 6 bulan sejakberbunga.Cara pemetikannya bisa dengan galah yang ujungnya diberi keranjang, ataulangsung memanjat pohon untuk memungut dan memilih buah yang betul-betul tua. Buah yang telah dipetik, segera diperlakukan sesuai keperluannya,hal ini untuk menghindari serangan hama dan penyakit.Dalam setiap tahun, panen pala dilakukan 2 periode, dimana setiap daerahwaktu pemetikannya tidak sama. Di daerah Fak-Fak misalnya, mengenal 3musim pemetikan yaitu musim barat, musim matahari (kemarau) dan musimTimur.a. Musim Barat : dimulai pada daerah pantai ( + bulan Oktober), dua bulankemudian didaerah pegunungan. Biasanya buah-buah yang dipetik padamusim barat ini Kualitasnya baik.b. Musim Timur : didaerah pantai dimulai bulan Maret, sedang didaerahpegunungan dimulai bulan Juni. Buah yang dipanen pada musim ini kwalitaspala dan fulinya lebih rendah, dibandingkan yang di panen pada musim barat.c. Musim Matahari : adalah musim pemetikan tambahan yang dilakukan diluar musim barat dan musim timur.
PENGOLAHAN
Agar diperoleh mutu hasil yang baik, maka perlu dipetik buah yang benar-benar tua/telah membelah. Buah pala yang telah jatuh ke tanah atau bekasdimakan burung, umumnya merupakan buah yang tua juga, tetapi hasilfulinya tidak dapat diharapkan.
Urut-urutan bagian buah pala dari luar ke dalam terdiri atas:- Kulit buah.- Daging buah.- Fuli (arillus).- Kulit biji (cangkang).- Biji.
PENGOLAHAN PALA DAN FULI
1. Pemisahan biji dari daging buah.2. Pelepasan fuli dari bijinya yang dilakukan dengan hati-hati, dari ujung kearah pangkal, agar diperoleh fuli yang utuh sehingga bermutu tinggi.3. Pengeringan antara pala dan fuli dilakukan secara terpisah.- Pengeringan biji tidak boleh melebihi suhu 45ºC, karena akan diperoleh bijipala yang berkualitas rendah disebabkan mencairnya kandungan lemak, bijikeriput dan berbentuk remah dan aroma biji akan banyak berkurang.- Pengeringan dapat dilakukan dengan penjemuran atau pengasapan.- Pengasapan dilakukan dirumah asap, pada suhu ruangan 35º - 40º C,dilakukan terus menerus selama 10 - 15 hari sampai kadar air biji menjadi 8-10%- Pengeringan fuli lebih sederhana, full disebar di atas tampi/nyiru dan di jemur dibawah sinar matahari sampai kadar airnya menjadi 10 -12%4. Pemisahan biji pala dari cangkangnya.Penyimpanan biji pala kering biasanya masih bercangkang (untukmelindungi dari hama dan penyakit). Cangkang ini dapat dipecah denganmesin pemecah pala atau dipukul dengan pemukul kayu, luka pada biji akanmenurunkan Kualitasnya.
5. Fumigasi (pengendalian hama dan penyakit dengan menggunakan gasracun). Untuk biji pala dilakukan 2 kali, yaitu setelah biji dipisahkan daricangkangnya dan setelah pengepakan dalam karung menjelang dieksport.Untuk fuli juga difumigasi 2 kali, yaitu sebelum dilakukan sortasi dansetelah pengepakan menjelang dieksport.
6. Sortasi.
Sortasi biji pala dilakukan menurut: ukuran, warna, keriput/tidak, pecan-basah-lubang/tidak. Pada garis besarnya dibedakan 3 kwalitas biji pala, yangmasing-masing dapat dipisahkan atas beberapa sub kualitas.Kualitas I terkenal dengan kualitas ABCD, berasal dari buah petik yang cukuptua dan permukaan biji licin.Kualitas II atau rimple atau SS, permukaan bijinya berkeriput karena berasaldari buah yang belum cukup tua atau karena mengalami pemanasan lebihdari 45º C.Kualitas III atau BWP (Broken, Warmy, Punky) berasal dari buah yang kurangtua yang dipungut dari tanah, buah yang kurang tua atau buah yangmengalami kerusakan dalam pengolahan.Kualitas ABCD masih dapat dipisahkan atas sub kualitas A, B, C dan Ddengan menggunakan saringan kayu yang mempunyai lubang dengandiameter tertentu. Kualitas rimple/SS, berdasarkan besar kecilnya masihdapat dipisahkan atas sub kualitas R/A dan R/E. Sedang kualitas BWP dapatdibagi atas sub kualitas BWP I dan BWP II.Sortasi biji pala ini dilakukan dengan tangan, dan untuk memperbaiki kualitasumumnya dilakukan berulang kali. Sortasi fuli, dilakukan denganmenggunakan ayakan kawat dan pemilihan dengan tangan. Setelah fulidijemur dan mengalami proses fumigasi I, kemudian disortir menjadi 2
kualitas yakni Gruis I dan Gruis II. Ke dua kualitas ini kemudian disortir lagisesuai permintaan pasar internasional menjadi sub kualitas Gruis I/Amerika,Gruis II/Amerika, Gruis I/Eropa dan Gruis II/Eropa. Selanjutnya masing-masing sub kualitas dimasukkan dalam mesin pemotong mekanis, yangnantinya akan dihasilkan fuli remah (broken). Proses selanjutnya adalahmembersihkan, menapis, mengajak, menghembus full pada waktu jatuh dariayakan sehingga diperoleh fuli siap untuk di bungkus.
PENGOLAHAN MINYAK PALA
Biji pala mengandung minyak lemak (fixed oil) sebanyak 25 - 40 % minyaklemak ini dapat diperoleh dengan cara menggiling dan memeras biji palatersebut. Apabila minyak lemak tidak dikeluarkan lebih dahulu, padapenyulingan akan ikut tersuling dan akan sulit di pisahkan dari minyakpalanya.Setelah biji pala digiling kemudian dimasukkan bejana, dan dilakukanpenyulingan selama +10 - 30 jam. Setelah disaring, minyak ditampung kedalam botol penampung yang digunakan untuk memisahkan air dari minyak,rendemen minyak yang diperoleh berkisar antara 7-16 %. Minyak pala berupacairan yang hampir tidak berwarna/kuning muda, dengan bau khas pala,apabila disimpan akan menyerap oksigen dan menjadi kental. Minyak pala inidieksport ke Singapura, Perancis, Inggris, Nederland dan Amerika Serikat.Standar mutu minyak pala:- Deskripsi : minyak pala adalah minyak yang diperoleh dari penyulingan biji-biji buah tanaman
Myristica fragrans Houtt.
- Jenis mutu : minyak pala digolongkan dalam satu jenis mutu.- Syarat mutu
Karakteristik Syarat –Bobot jenis pada 25ºC 0,847 - 0,919 –Index bias pada 25ºC 1,474 -1,497 –Putaran optik pada 25º C +10º - 30º –Kelarutan dalam etanol 90% 1-1 jernih, seterusnya jernih. suhu 25º - 30º –Sisa penguapan contoh 4,8 gr 2,5% sampai 5,2 gr, maks.- Zat-zat asinga. Minyak pelican negatif b. Minyak terpentin negatif c. Minyak lemak negatif d. Alkohol tambahan negative
PENGOLAHAN PALA DESTILASI (destining nutmeg)
Pengolahan pala destilasi sangat sederhana sekali, yakni buah pala yangmasih muda (berumur 2 - 5 bulan) dipetik, dilepaskan daging buahnya,kemudian bijinya dijemur dipanas matahari selama 2 - 3 hari, kemudiandisortir menurut mutunya.Cars lainnya adalah dikeringkan di atas tungku api (diasap) selama +2 hari.Di pasaran dunia terdapat 2 mutu pala destilasi yaitu :- Mutu I kode AZWI.- Mutu II kode ETEZ.Spesifikasi:- Deskripsi : pala destilasi adalah biji pala yang berasal dari buah tanaman
Myristice fragrans
Houtt yang dipetik muda.- Jenis mutu : ada 2 jenis mutu yaitu, Mutu I (AZWI), buah pala tanpa batokyang dikeringkan, umumnya berasal dari buah muda berumur 2 - 2,5 bulan.
Mutu II (ETEZ), buah pala yang dikeringkan, umumnya berasal dari buahmuda berumur 2 - 5 bulan.- Syarat mutuSyarat KarakteristikMutu I Mutu II
 –Kadar air, % (bobot/bobot) males. 14,0 14,0
 –Kadar minyak atsiri, (bobot/bobot) min.% 7,5 4
 –Kadar minyak non atsiri, (bobot/bobot) males.% 10 12
 –Benda asing, % (bobot/bobot) maks. 0,5 0,5

sumber: http://berbagiilmupertanian.blogspot.com/

ARTIKEL TERKAIT: