Jurnal Sylva Lestari KELAYAKAN USAHA BERBASIS HASIL HUTAN BUKAN KAYU

ANALISIS KELAYAKAN USAHA BERBASIS HASIL HUTAN BUKAN KAYU
EKOSISTEM MANGROVE DI DESA MARGASARI LAMPUNG TIMUR

(FEASIBILITY ANALYSIS BASED OF NON-TIMBER FOREST PRODUCT
MANGROVE ECOSYSTEM IN MARGASARI LAMPUNG TIMUR)

Mayang Haris Wahyukinasih, Christine Wulandari, dan Susni Herwanti
Jurusan Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Lampung
Jl. Soemantri Brojonegoro No. 1 Bandar Lampung, 35145
E-mail : mayang.haris17@gmail.com

ABSTRAK

Kawasan hutan mangrove di Indonesia umumnya telah mengalami degradasi akut tidak terkecuali yang ada di Kabupaten Lampung Timur karena masyarakat kurang mengindahkan aspek konservasi dalam pemanfaatannya. Perlu pengembangan industri berbasis hasil hutan bukan kayu ekosistem mangrove agar tekanan terhadap pemanfaatan hutan mangrove dapat direduksi seperti yang telah dilakukan oleh beberapa kelompok di Desa Margasari. Agar diperoleh indikator keberlanjutan usaha industri rumah tangga tersebut maka perlu diketahui kelayakan finansial industri rumah tangga yang sudah ada. Penelitian ini dilakukan pada
bulan April sampai dengan Mei 2013 dengan tujuan untuk menganalisis kelayakan usaha pengolahan daun jeruju (Acanthus ilicifius) dan buah pidada (Sonneratia caseolaris) menjadi berbagai produk olahan dan menganalisis simulasi tingkat suku bunga dan harga untuk menentukan kebijakan fiskal demi perkembangan usaha. Responden dalam penelitian adalah semua anggota usaha industri rumah tangga Karya Wanita dan Peduli Lingkungan Hidup (PLH), Pengambilan responden dilakukan secara purposive, metode yang digunakan berupa observasi dan wawancara langsung sedangkan analisis kelayakan usaha yang digunakan adalah Gross B/C. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengolahan daun jeruju (Acanthus ilicifius) dan buah pidada (Sonneratia caseolaris) dari kelompok Karya Wanita yang layak untuk dilaksanakan karena memiliki nilai Gross B/C lebih dari 1 dengan suku bunga 2 % adalah pangsit dengan nilai 1,10 dan peyek (1,04) untuk kelompok Peduli Lingkungan Hidup (PLH) produk yang layak adalah peyek (1,42). Produk yang memiliki nilai Gross B/C lebih dari 1 dengan suku bunga 1 % kelompok Karya Wanita adalah peyek (1,09), Pempek (1,02), Pangsit (1,10), dan Sirup (1,009). Kelompok Peduli Lingkungan Hidup memiliki produk yang layak untuk dilaksanakan yaitu hanya peyek (1,48).

Kata kunci : gross B/C, hasil hutan bukan kayu, hutan mangrove, industri rumah tangga


Jurnal Lengkap klik















Sumber: http://jurnal.fp.unila.ac.id

ARTIKEL TERKAIT: